Ada 2 Objek Wisata Di Padang Bukittinggi Sangat Menarik

Ada 2 Objek Wisata Di Padang Bukittinggi Sangat Menarik

Ada 2 Objek Wisata Di Padang Bukittinggi Sangat Menarik

Ada 2 Objek Wisata Di Padang Bukittinggi Sangat Menarik yaitu :

1. Sungai Arung | Pameran Kayak | Sesi Foto Di Solok Selatan

Pemerintah Daerah Kabupaten Solok Selatan memiliki program untuk menjadikan diri mereka sebagai tujuan wisata. Petualangan di Provinsi Sumatera Barat, dan mereka sudah mengembangkan beberapa fasilitas pariwisata. Faktanya, sifat Solok Selatan sendiri tersedia untuk beberapa wisata petualangan.

Sungai-sungai di Solok Selatan memiliki arus dan arung yang ideal untuk kayak atau arung jeram, yaitu di Sungai Batang Liki – Sungai Batang Bangko – Sungai Batang Hari – Sungai Batang Sangir.
Sekitar tanggal 18 hingga 24 November 2009 Pemerintah Kabupaten Solok Selatan bekerja sama dengan Komunitas Kayak Tirtaseta | komunitas kayak yang terkenal di Indonesia akan mengadakan Survei sungai arung di wilayah kabupaten itu.

Tentang empat kayak internasional akan menghadiri Pada survei ini dan pameran kayak.
25-26 November 2009 akan berlanjut dengan Pameran Kayaking dan juga Sesi Foto untuk para fotografer. Acara sesi foto itu sendiri adalah proyek West-Sumatra.com yang merupakan situs foto pariwisata, yang bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Solok Selatan.

White Water Rafting
Jadi, jangan ragu untuk datang dan bergabung dengan acara ini. Selamat berkayak dan dapatkan beberapa foto unik di dalamnya.

 

2. Museum Buya Hamka

Paket Wisata Padang Bukittinggi pasti mengunjungi Buya Hamka yang mana adalah penulis terkenal, kebanyakan ia menulis tentang nilai dalam Islam. Selain seorang penulis ia adalah ahli agama yang dihormati yang pernah dimiliki Indonesia dan juga seorang politisi. HAMKA sendiri merujuk pada nama aslinya, Haji Abdul Malik Karim Amrullah. Ia dilahirkan di kampung Molek Sungai Batang Maninjau, Sumatra Barat pada 17 Februari 1908. Pada 24 Juli 1981 ia meninggal di Jakarta, Indonesia.

Ini adalah beberapa buku dan Novel yang ditulisnya:

1. Adat Minang dan Agama Islam | 1929
2. Laila Majnun | 1932
3. Di Bawah Lindungan Ka’bah | 1936
4. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck | 1937
5. Tashawwuf Modern | 1939
6. Islam dan Demokrasi | 1946
7. Adat Minangkabau Menghadapi Revolusi | 1946
8. Ayahku | 1950
9. Kenangan-kenangan Hidup | 4 seri, otobiografi Hamka | 1950
10. Muhammadiyah di Minangkabau | 1975

Dia dipenjara pada 1964-1966 sebagai tahanan di dalam oleh Presiden Sukarno, dan sepanjang tahun itu dia bisa menyelesaikan buku-buku fenomena yang disebut Tafsir Al Azhar dalam 5 jilid, yang merupakan terjemahan dan pengajaran Al-Quran suci.
Meskipun buya Hamka sudah terlambat, pengaruhnya, karya-karya masih ada sampai sekarang; tidak hanya di Indonesia tetapi juga di negara tetangga.

Buya Hamka adalah pribadi yang baik, pribadi yang sederhana. Wajahnya begitu tenang dan lembut serta tempat ia dilahirkan, Maninjau yang damai dengan 44 belokan dan pemandangan eksotis bukit dan danau Maninjau.

Sekarang, hari dimana rumah kelahirannya berkembang menjadi museum. Untuk datang ke museum ini bisa dijangkau dengan transportasi umum atau kendaraan pribadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *